Alquran Menyembuhkan

Sumber tulisan berikut dari  Ustadz Mualim Sidiq

Mengingat mulai minimnya kepercayaan umat islam terhadap kitabnya sendiri yaitu Alqur’an sebagai obat, maka terbersit keinginan kami untuk mengulas bagian dari Alquran mengenai  “AL qur’an menyembuhkan” sesuai dengan yang telah kami pelajari dari para alim ulama faqih. Sebagai bukti bahwa umat islam minim kepercayaannya pada alqur’an adalah mereka lebih percaya pada pengobatan ala barat yang banyak menggunakan bahan bahan kimia berbahaya bahkan menggunakan bahan baku yang haram menurut agama. Sebagai contoh, umat islam  yang akan menunaikan haji sebelum berangkat harus di vaksin meningitis yang konon katanya bahan bakunya dari babi. Contoh lain adalah demi kesembuhan rela makan makanan yang haram seperti cindil/anak tikus,ular cobra,kelelawar, darah ayam, dll. Kepercayaan tersebut tidak didasari oleh keilmuan yang jelas,bahkan bisa memperparah penyakit. Demikian itulah dulu setan menyarankan Nabi Ayyub AS berobat dengan yang haram, padahal jelas ALLOH TIDAK MELETAKKAN OBAT DI SEGALA SESUATU YANG HARAM

Berdasarkan dalil-dalil berikut:
( 11 ) باب النهي عن الدواء الخبيث
3459 – حدثنا أبو بكر بن أبي شيبة . حدثنا وكيع عن يونس بن أبي إسحاق عن مجاهد عن أبي هريرة قال نهى رسول الله صلى الله عليه و سلم عن الدواء الخبيث . يعني السم .
قال الشيخ الألباني : صحيح
Bab larangan dari obat yang jelek
Dari Abi Huroirah dia berkata; Rosululloh SAW melarang dari obat yang jelek yakni yang mengandung racun.           (hr. ibnu majah)

( 27 ) باب النهي أن يتداوى بالخمر
3500 – حدثنا أبو بكر بن أبي شيبة . حدثنا عفان . حدثنا حماد بن سلمة . أنبأنا سماك ابن حرب عن علقمة بن وضائل الحضرمي عن طارق بن سويد الحضرمي قال قلت يا رسول الله إن بأرضنا أعنابا نعتصرها . فنشرب منها ؟ قال
: ( لا ) فراجعته قلت إنا نستشفي به للمريض . قال ( إن ذلك ليس بشفاء . ولكنه داؤ ) .
قال الشيخ الألباني : صحيح
Bab larangan berobat dengan homr/arak
Dari Thoriq Alhadromy berkata: aku berkata pada Rosulalloh SAW, wahai utusan Alloh sungguh di daerah kami banyak anggur yang kami peras untuk arak lalu bolehkah kami meminumnya? beliau bersabda: tidak, lalu ku ulangi pertanyaanku, kami gunakan arak tersebut untuk mengobati orang sakit, beliau berabda: sungguh itu bukan obat melainkan malah jadi penyakit.(hr ibnu majah)

zaman KENABIAN telah tidak kita jumpai akan tetapi MU’JIZAT MASIH ADA DAN KITA WAJIB PERCAYA YAITU AL QUR’AN sebagai kitab suci UMAT ISLAM

Sebab musabab penyakit terbagi dua; penyakit medis dan non medis yang kedua-duanya dapat menyebabkan seseorang terkapar tidak berdaya dan menghabiskan banyak biaya. Adapun penyebabnya kurang lebih ada 4 yaitu:

1.Kecelakaan, ini meliputi kecelakaan lalu lintas,kerja ,peperangan dll yang berkaitan dengan luka
2.Pola hidup yang salah seperti banyak bergadang,tidur setelah subuh, kurang menjaga kebersihan diri maupun lingkungan,apalagi kebersihan hati dll
3.Pola makan yang salah,”makanlah,minumlah,jangan isrof(melewati batas)inilah salah satu firman Alloh dalam alqur’an. Isrof ini maknanya luas, dapat bermakna makan berlebihan, makan yang subhat apalagi haram dll. Juga meliputi makan,minum racun seperti mengkonsumsi obat-obat kimia secara berlebih(overdosis). Adapun pola makan minum yang benar menurut Rosululloh SAW adalah:

3349 – حدثنا هشام بن عبد الحمصي . حدثنا محمد بن حرب . حدثتني أمي عن أمها أنها سمعت المقدام بن معديكرب يقول سمعت رسول الله صلى الله عليه و سلم يقول
: ( ما ملأ آدمي وعاء شرا من بطن . حسب الآدمي لقيمات يقمن صلبه . فإن غلبت الآدمي نفسه فثلث للطعام وثلث للشراب وثلث للنفس ) .
قال الشيخ الألباني : صحيح

Anak adam tidak pernah memenuhi wadah yang jelek dari pada perut(makan/minum),sebenarnya cukup baginya makan suapan sedikit untuk menegakkan tulang rusuknya,seandainya dia terkalahkan oleh nafsunya maka 1/3 perutnya untuk makanan,1/3 lagi untuk minuman,1/3 lagi untuk nafas. (hr ibnu majah)

4.Gangguan setan.

 

Advertisements