Alquran Menyembuhkan

Sumber tulisan berikut dari  Ustadz Mualim Sidiq

Mengingat mulai minimnya kepercayaan umat islam terhadap kitabnya sendiri yaitu Alqur’an sebagai obat, maka terbersit keinginan kami untuk mengulas bagian dari Alquran mengenai  “AL qur’an menyembuhkan” sesuai dengan yang telah kami pelajari dari para alim ulama faqih. Sebagai bukti bahwa umat islam minim kepercayaannya pada alqur’an adalah mereka lebih percaya pada pengobatan ala barat yang banyak menggunakan bahan bahan kimia berbahaya bahkan menggunakan bahan baku yang haram menurut agama. Sebagai contoh, umat islam  yang akan menunaikan haji sebelum berangkat harus di vaksin meningitis yang konon katanya bahan bakunya dari babi. Contoh lain adalah demi kesembuhan rela makan makanan yang haram seperti cindil/anak tikus,ular cobra,kelelawar, darah ayam, dll. Kepercayaan tersebut tidak didasari oleh keilmuan yang jelas,bahkan bisa memperparah penyakit. Demikian itulah dulu setan menyarankan Nabi Ayyub AS berobat dengan yang haram, padahal jelas ALLOH TIDAK MELETAKKAN OBAT DI SEGALA SESUATU YANG HARAM

Berdasarkan dalil-dalil berikut:
( 11 ) باب النهي عن الدواء الخبيث
3459 – حدثنا أبو بكر بن أبي شيبة . حدثنا وكيع عن يونس بن أبي إسحاق عن مجاهد عن أبي هريرة قال نهى رسول الله صلى الله عليه و سلم عن الدواء الخبيث . يعني السم .
قال الشيخ الألباني : صحيح
Bab larangan dari obat yang jelek
Dari Abi Huroirah dia berkata; Rosululloh SAW melarang dari obat yang jelek yakni yang mengandung racun.           (hr. ibnu majah)

( 27 ) باب النهي أن يتداوى بالخمر
3500 – حدثنا أبو بكر بن أبي شيبة . حدثنا عفان . حدثنا حماد بن سلمة . أنبأنا سماك ابن حرب عن علقمة بن وضائل الحضرمي عن طارق بن سويد الحضرمي قال قلت يا رسول الله إن بأرضنا أعنابا نعتصرها . فنشرب منها ؟ قال
: ( لا ) فراجعته قلت إنا نستشفي به للمريض . قال ( إن ذلك ليس بشفاء . ولكنه داؤ ) .
قال الشيخ الألباني : صحيح
Bab larangan berobat dengan homr/arak
Dari Thoriq Alhadromy berkata: aku berkata pada Rosulalloh SAW, wahai utusan Alloh sungguh di daerah kami banyak anggur yang kami peras untuk arak lalu bolehkah kami meminumnya? beliau bersabda: tidak, lalu ku ulangi pertanyaanku, kami gunakan arak tersebut untuk mengobati orang sakit, beliau berabda: sungguh itu bukan obat melainkan malah jadi penyakit.(hr ibnu majah)

zaman KENABIAN telah tidak kita jumpai akan tetapi MU’JIZAT MASIH ADA DAN KITA WAJIB PERCAYA YAITU AL QUR’AN sebagai kitab suci UMAT ISLAM

Sebab musabab penyakit terbagi dua; penyakit medis dan non medis yang kedua-duanya dapat menyebabkan seseorang terkapar tidak berdaya dan menghabiskan banyak biaya. Adapun penyebabnya kurang lebih ada 4 yaitu:

1.Kecelakaan, ini meliputi kecelakaan lalu lintas,kerja ,peperangan dll yang berkaitan dengan luka
2.Pola hidup yang salah seperti banyak bergadang,tidur setelah subuh, kurang menjaga kebersihan diri maupun lingkungan,apalagi kebersihan hati dll
3.Pola makan yang salah,”makanlah,minumlah,jangan isrof(melewati batas)inilah salah satu firman Alloh dalam alqur’an. Isrof ini maknanya luas, dapat bermakna makan berlebihan, makan yang subhat apalagi haram dll. Juga meliputi makan,minum racun seperti mengkonsumsi obat-obat kimia secara berlebih(overdosis). Adapun pola makan minum yang benar menurut Rosululloh SAW adalah:

3349 – حدثنا هشام بن عبد الحمصي . حدثنا محمد بن حرب . حدثتني أمي عن أمها أنها سمعت المقدام بن معديكرب يقول سمعت رسول الله صلى الله عليه و سلم يقول
: ( ما ملأ آدمي وعاء شرا من بطن . حسب الآدمي لقيمات يقمن صلبه . فإن غلبت الآدمي نفسه فثلث للطعام وثلث للشراب وثلث للنفس ) .
قال الشيخ الألباني : صحيح

Anak adam tidak pernah memenuhi wadah yang jelek dari pada perut(makan/minum),sebenarnya cukup baginya makan suapan sedikit untuk menegakkan tulang rusuknya,seandainya dia terkalahkan oleh nafsunya maka 1/3 perutnya untuk makanan,1/3 lagi untuk minuman,1/3 lagi untuk nafas. (hr ibnu majah)

4.Gangguan setan.

 

Advertisements

Hijamah dan Research

HASIL PENELITIAN TENTANG MANFAAT HIJAMAH atau ODT (oxidant drainage therapy)

Oleh: 

PROF. DR. FAIZ HAKIM,

Spesialis Bedah Onkologi, diakui oleh Organisasi Broad Amerika Phatologi Klinik

 PROF. DR. MUHAMMAD NABIL SYARIF

P.hd di bidang Farmasi dari Broksel, Mantan Dekan Fakultas Farmasi Univ. Damaskus Syria.

PROF. DR. AHMAD SAMIR

P.hd di bidang Patologi klinik dan Hemathologi serta Ahli Fitofarmaka dan Tim Kedokteran dari Jepang

Kami akan jelaskan hasil laboratorium yang kami peroleh dari pemeriksaan darah bekam.

Dari hasil-hasil laboratorium ini terlihat beberapa hal:

Pertama : Bentuk sel darah merah dalam darah Bekam tidak normal secara terus menerus, diantara bentuk-bentuknya adalah: bur cell, target cell, crenation cell, spyrus cell dan banyak bentuk yang lainnya. ( darah merah yang seperti duri, darah merah yang warna merahnya pucat)

Catatan:

Darah yang diambil langsung dari sayatan sebelum meletakkan gelas bekam, agar tekanannya tidak mempengaruhi bentuk sel

Kedua, kita bisa menyaksikan adanya penurunan sel darah putih dalam jumlah yang cukup besar pada darah bekam, dan hal itu berlangsung pada semua keadaan yang kami teliti. Jumlah sel darah putih berkisar antara 525 – 950 sel / ml3 saja.

Barang kali ada diantara kita yang bertanya-tanya mengenai proses pengobatan bekam. Sebenarnya Bekam merupakan operasi sederhana yang dapat mengobati penyakit-penyakit kronis yang tidak sanggup lagi ditangani oleh ahli medis

Setelah melalui pemantauan sederhana terhadap gerakan system peredaran darah, kita bisa mengetahui proses kerja Bekam dan manfaatnya yang luar biasa.

Continue reading

Sayatan Bekam, ada apa di baliknya

Apakah membekam menggunakan alat modern yang disebut dengan blood lancet ( tusukan ) tidak sesuai dengan sunnah? Berikut  penjelasan syar’inya:

Pertama : Diriwayatkan dari Ibnu Abbas r.a, dari Nabi saw. Bersabda :

الشِّفَاءُ فِي ثَلَاثَةٍ فِي شَرْطَةِ مِحْجَمٍ أَوْ شَرْبَةِ عَسَلٍ أَوْ كَيَّةٍ بِنَارٍ وَأَنَا أَنْهَى أُمَّتِي عَنْ الْكَيِّ

Terapi pengobatan itu ada tiga cara, yaitu; sayatan bekam, minum madu dan kay (menempelkan besi panas pada daerah yang terluka), sedangkan aku melarang ummatku berobat dengan kay. (HR Bukhari, no : 5680 ).

Kedua : Diriwayatkan dari Jabir bin Abdullah ra, ia berkata, “Aku pernah mendengar Rasulullah saw. Bersabda :

إِنْ كَانَ فِي شَيْءٍ مِنْ أَدْوِيَتِكُمْ أَوْ يَكُونُ فِي شَيْءٍ مِنْ أَدْوِيَتِكُمْ خَيْرٌ فَفِي شَرْطَةِ مِحْجَمٍ أَوْ شَرْبَةِ عَسَلٍ أَوْ لَذْعَةٍ بِنَار وَمَا أُحِبُّ أَنْ أَكْتَوِيَ

“Apabila ada kebaikan dalam pengobatan yang kalian lakukan, maka kebaikan itu ada pada sayatan bekam, minum madu, dan sengatan api panas (terapi dengan menempelkan besi panas di daerah yang luka) dan saya tidak menyukai kay “ (HR Bukhari, no : 5704 dan Muslim, no : 2205).

Dua hadist di atas dan hadist-hadist yang lain, semuanya menyebutkan dengan kata syarthotu ( sayatan ), dan tidak ditemukan kata “ tusukan “ atau “suntikan” satupun dalam hadist-hadist di atas.

Makna Syarthoh

Kata Syartoh berasal dari rangkaian tiga huruf : syin, ra’ dan tho’, yang mempunyai arti tanda atau sesuatu yang terjadi pertama kali. Surthoh dipakai untuk menyebut polisi, karena polisi menggunakan tanda-tanda khusus ( seragam ) ketika mereka bertugas. ( Ibnu al Mandhur, Lisan Al Arab, 7/329-331). Syarith dipakai untuk menyebut pita-pita kaset, karena di dalamnya ada tanda-tanda tertentu sehingga bisa mengeluarkan suara jika dihidupkan.  Asyrath As Saa’ah, dipakai untuk menyebut tanda-tanda hari kiamat atau bisa diartikan kejadian-kejadian yang mengawali datangnya hari kiamat.

Dari keterangan di atas, maka bisa kita katakan bahwaSyarthotu Hijamah dalam hadist di atas bisa diartikan sayatan bekam, karena sayatan merupakan tanda dari adanya praktek bekam pada tempat sayatan tadi, atau bisa dikatakan bahwa sayatan tadi merupakan awal kerja sebelum dimulainya proses pembekaman.

Al Mula Ali al Qari’ di dalam buku Mirqah al Mafatih ( 13/258 ) menyebutkan bahwa Asy Syartah adalah memukul tempat yang dibekam agar keluar darinya darah, maksudnya di sini adalah asy-syaq(membelah/menyayat).

Mihjam ( alat ) atau Mahjam ( tempat ) ?

Bekam dalam bahasa Arabnya adalah al Hijamah yang berasal dari kata Al Hajmu artinya menyedot. Dikatakan : Hajama ash-Shobiyu tsadya ummihi, artinya bayi itu menyedot susu ibunya.

Tetapi para ulama berbeda pendapat di dalam mengeja bunyi hadist di atas, apakah dibaca Mihjam ( dengan kasrah ) yang berarti alat bekam atau Mahjam ( dengan fathah ) yang berarti tempat yang dibekam.

Berkata al Hafidh al Munawi : Maksud dari kata “Syarthotu Mahjam “ adalah mengeluarkan darah dengan bekam. Adapun “ asy syartah “ adalah menyayat  tempat yang dibekam untuk mengeluarkan darah. Adapun kata  “Mahjam “ (dengan fathah) adalah tempat yang dibekam. Disebut secara khusus “ bekam “, karena kebanyakan pengobatan yang disertai pengeluaran darah dari tubuh, rata-rata menggunakan metode bekam. ( Al Munawi, At Taisir bi syarh al Jami’ ash shoghir, Riyadh, Maktabah Imam Syafi’I, 1988 : 1/ 756 ) Di dalam buku Faidhul Qadir ( 3/41 ), beliau menyebutkan bahwa al Mihjam ( dengan kasrah ) adalah botol yang dipakai oleh orang yang membekam yang di dalamnya akan terkumpul darah. Adapun al Mahjam ( dengan fathah ) adalah tempat sakit yang ingin dibekam, dan inilah yang dimaksud dalam hadist di atas.

Sedangkan  al Hafidh Ibnu Hajar al Atsqalani di dalamFathu al Bari ( 10/141 ) mengatakan bahwa yang benar adalah “ Mihjam “ dengan mengkasrahkan huruf mim, yang berarti alat. Hal ini dikuatkan oleh Imam Suyuti di dalam buku ad-Dibaj ‘ala Muslim ( 5/220 ) yang menyebutkan bahwa Syarthotu Mihjam adalah besi yang dipakai untuk menyayat bagian yang dibekam agar darah bisa keluar. Hal sama juga disebutkan oleh Imam Nawawi dalam bukunya al Minhaj Syarh Shahih Muslim,Dar Ihya At Turats : 14 /197

Kesimpulannya bahwa Mihjam adalah alat untuk membekam, sebagian ulama mengatakan bahwa maksudnya adalah botol tempat untuk menyedot dan menampung darah, tapi ada juga yang mengatakan bahwa maksudnya adalah pisau untuk menyayat tempat yang dibekam.

 

Kenapa menggunakan sayatan ?

Sayatan di dalam bekam dimaksudkan agar darah yang kotor ( blood letting) bisa dikeluarkan. Rasulullah saw dalam hadist-hadistnya menyebutnya kata sayatan, dan itu merupakan metode membekam  yang waktu itu paling popular di masyarakat dan ternyata juga, metode  yang paling baik dan ideal secara umum.

Metode sayatan dalam bekam mempunyai beberapa keunggulan dibanding metode yang lain, antara lain : 1.) Lebih sesuai dengan sunnah Rasulullah saw, karena beliau mengajarinya demikian. 2.) Luka sayatan menimbulkan luka yang pinggirnya tajam tapi merata, disamping itu luka di dalamnya lebih sempit atau kecil dibanding dengan luka yang di permukaan. Luka jenis ini lebih mudah disembuhkan dan akan bisa segera kembali normal.3.) Luka sayatan hanya mengenai pembuluh darah kecil, sehingga darah yang keluar adalah darah kapiler.  Oleh karenanya dianjurkan untuk menyayat ringan saja dengan kedalaman kira-kira 0,1 mm, yaitu sayatan yang tidak mencapai pembuluh darah arteri maupun vena.

Di sisi lain, jika membekam dengan menggunakan metode tusukan benda tajam, kadang akan menimbulkan beberapa efek, diantaranya : 1.) Jika menggunakan jarum, maka kadang jarum tersebut lebih rentan untuk patah ketika digunakan untuk menusuk daerah yang mau dibekam, jika patahan jarum itu terlalu kecil, tentunya sulit untuk diambil, bahkan dalam keadaan tertentu, untuk mengeluarkannya kadang harus dilakukan operasi pembedahan.2.) Luka tusukan pada kulit menyebabkan lubang pada permukaan kulit, lubang tersebut lebih kecil ukurannya dibanding dengan lubang yang di dalam kulit. Keadaan seperti ini lebih rentan untuk terkena penyakit seperti tetanus dibanding dengan luka sayatan.3.) Luka tusuk juga bisa menyebabkan luka yang lebih dalam pada organ-organ atau pada pembuluh darah.( lihat buku Sembuh Dengan Satu Titik, hlm : 112)

Bolehkah Menggunakan Selain Sayatan ?

Sebagaimana disebut di atas, bahwa hadist Rasulullah saw di atas menunjukan cara membekam dengan menggunakan metode yang paling baik dan ideal secara umum. Tetapi metode itu, bukanlah satu-satunya yang harus digunakan. Karena pernyataan Rasulullah saw tersebut bersifat anjuran, bukan kewajiban, atau kita katakan bahwa  metode sayatan di dalam membekam adalah metode yang popular di  masyarakat pada waktu itu, sehingga masih membuka peluang bagi metode-metode lain.

Oleh karenanya, dibolehkan juga bagi para pembekam untuk menggunakan metode lain yang sesuai dengan keadaan pasien itu sendir, karena  tidak semua pasien dapat diterapkan kepadanya bekam dengan sayatan. Ada bagian-bagian tertentu yang memang tidak memungkinkan untuk disayat, dan justru harus menggunakan lanset atau ditusuk. Atau bisa juga, sebagian pasien merasa ketakutan dan  trauma  dengan alat-alat sayat seperti pisau bedah dan sejenisnya, sehingga mau tidak mau metode dengan lanset-lah yang dipilih.

Bahkan pada keadaan tertentu, metode bekam dengan sayatan  tidak dianjurkan, umpamanya pada anak-anak penderita dehidrasi, atau kekurangan cairan. ( Syihab Badri, Bekam Sunnah Nabi, hlm : 77 )  Metode bekam tanpa sayatan ini juga bisa dilakukan untuk menghilangkan rasa nyeri,  melenturkan otot-otot pada punggung dan badan bagian belakang, serta bisa juga untuk membuang angin.

Kesimpulannya, bahwa bekam dengan metode sayatan memang disunnahkan dan banyak memberikan manfaat yang positif, tapi ada juga bekam dengan metode lain yang bermanfaat bagi penyakit tertentu. Semuanya insya Allah dibolehkan dan dianjurkan selama tujuannya adalah meringankan beban pasien. Wallahu A’lam.

Jakarta, 9 Dzulhijjah 1431 H/ 15 Nopember 2010 M

Dr. Ahmad Zain An Najah, MA

The Miracle of Hijamah/Cupping/Bekam/Blood Letting/Oxidant Drainage Therapy

OXIDANT DRAINAGE THERAPY (BEKAM)
Laporan Umum Penelitian tentang Pengobatan dengan Metode Bekam Tahun 2001 M, Dibawah konsultan dr. Muhammad Nabil Syarif (Mantan Dekan Fakultas Farmasi)
Penelitian dilakukan oleh Tim Laboratorium yang terdiri dari beberapa ahli :
• dr. Muhammad Nabil Syarif (Dekan Fakultas Farmasi)
• dr. Ahmad Samir Fauri (Ahli Patologi Klinik dan Laboratorium dari Prancis dan Ketua Ikatan Apoteker Syiria)
• dr. Fayiz Hakim (Ahli Patologi Anatomi dan Patologi Klinis, Amerika)
• dr. Muhammad Mahjub Geraudy (Ketua Jurusan Laboratorium Kedokteran Universitas Damaskus)
• dr. Muhammad Fuad Jabashini (Ahli Patologi Klinis dan Laboratorium Prancis)
• dr. Sa’d Yaqub (Ahli Farmasi Rumah Sakit dan Ketua Organisasi Pengiriman Obat D.D.S dari Prancis)
Juga tim kedokteran yang terdiri dari beberapa personal sebagai berikut :
• dr. Ahmad Tikriti (Dosen Ahli Bedah Jantung, Universitas Damaskus)
• dr. Abdul Malik Syalani (Dosen Penyakit Saraf, Universitas Damaskus)
• dr. Muhyidin Sa’udi (Dosen Pengobatan Kanker dan Tumor, Universitas Damaskus)
• dr. Abdul Ghoni ‘Arofah (Ketua Komite Anti TBC dan Penyakit Seksual Syiria)
• dr. Akrom Hajar (Dosen Penyakit THT serta Bedah Kepala dan Leher, Universitas Damaskus)
• dr. Marwan Zahro (Kepala Jurusan Bedah Saraf, Rumah Sakit Tasyrin)
• dr. Abdul Lathif Yasin (Dosen Tamu Fakultas Kebidanan London)
• dr. Haitsam Habal (Dosen Penyakit dan Bedah Mata Universitas Damaskus)
• dr. Ahmad Afif Faur (Kepala Bagian Tumor Rumah Sakit Ibnu Rusyd)
• dr. Amin Sulaiman (Dosen Hematologi Universitas Damaskus)
• dr. Abdulloh Makki Al-Katani (Konsultan Bedah Umum dari Jerman)
• dr. Tholal Habusy (Dosen Bedah Mata Universitas Al-Ba’ts)
• dr. Ahmad Ghiyats Jabqoji (Dosen Penyakit Saraf Universitas Istambul)
Penelitian ini dilakukan berdasarkan metodologi ilmiah yang disimpulkan oleh intelektual besar Arab, Muhammad Amin Syaikhu, dari hadits-hadist Nabi yang mulia, yang dilakukan dengan kriteria : (1). Pagi hari sebelum seseorang mengkonsumsi makanan apapun. (2).Di musim semi dan selama bulan april dan Mei (3). Pada paruh kedua bulan Qomariah (3). Usia di atas 20 tahun untuk pria dan setelah menopause untuk wanita.
Penelitian dilakukan terhadap 300 kasus, dengan hasil penelitian sebagai berikut :

• Kasus tekanan darah tinggi (hipertensi),
 tekanan darah turun hingga mencapai batas normal.
• Dalam kasus tekanan darah rendah (hipotensi), tekanan darah naik hingga mencapai batas normal
• Garis Irama jantung pada EKG menunjukkan perbaikan besar dan kembali kepada konsisi normal dalam irama yang teratur.

• Penurunan kecepatan aliran darah hinga batas normal


• Jumlah sel darah merah (eritrosit)
 menjadi normal

• Dalam kasus polisitemia 
(Kelainan dimana kadar Hb darah diatas normal, misal 17,5 g/100 ml) Kadar Hb (Hemoglobin) turun sampai pada batas normal (12-14 g/100 ml – penerj)
• Dalam kasus penurunan kadar hemoglobin (Anemia), Kadar Hemoglobin naik sampai normal yang ditandai dengan aktivitas tubuh dan perkembangan kemampuannya dalam memproduksi sel darah merah secara normal, selanjutnya meningkatkan aktivitas dan efektivitas transfer oksigen melaluinya.
• Jumlah sel darah putih (lekosit) meningkat dalam 60% kasus dan masih dalam batas normal.
• Jumlah sel darah putih pada penyakit paru-paru meningkat 71,4% pada beberapa kasus. Ini menunjukkan kesembuhan yang cepat bagi para pengidap rheumatism dan infeksi kronis setelah adanya pembekaman.
• Jumlah polimorfonuklear (PMN) meningkat dalam batas normal dalam 100% kasus penyakit paru-paru.
• Jumlah polimorfonuklear (PMN) menurun hingga batas normal.
• Jumlah enzim hati turun pada gangguan liver dalam 76,9% kasus dan hal itu masih dalam batas wajar.
• Jumlah seruloplasmin naik dalam 50,6% kasus.
Ket : Seruloplasmin adalah protein pengangkut tembaga. Salahsatu sebab disfungsi hati yang jarang adalah penyakit Wilson atau degenerasi hepatolentikular, yakni penyakit genetik yang ditandai oleh penimbunan tembaga di hati, mata dan organ lain.
• Jumlah seruloplasmin naik hingga batas normal dalam 100% kasus kekurangan dari batas normal.
• Jumlah seruloplasmin turun hingga batas normal dalam 10% kasus kelebihan dan dari batas normal.
• Kadar gula darah pada 83,75% kasus turun, sedangkan sisanya tetap pada batas wajar.
• Kadar gula darah turun pada para pengidap kencing manis dalam 92,5% kasus.
• Jumlah sel darah merah (eritrosit) maupun sel darah putih dalam darah turun dalam 66,66% kasus sedangkan Jumlah sel darah merah meupun sel darah putih naik dalam darah bekam pada semua kasus
• Jumlah sel darah merah dan sel darah putih turun pada 78,47% kasus
• Jumlah asam urat darah turun pada 66,66% kasus
• Jumlah asam urat darah turun pada 83,68% kasus
• Jumlah asam urat darah turun pada 50,7% kasus
• Jumalh asam urat darah turun pada 80% kasus
• Enzim hati SGPT turun pada 80% kasus, dimana SGPT menunjukkan aktivitas liver.
• Enzim SGOT turun pada 80% kasus, ini menunjukkan perbaikan yang terlihat pada irama jantung.
• Enzim hati turun pada 62,85% kasus

• Kadar enzim Amilase darah turun dalam 54,9% kasus
Ket : Amilase adalah enzim cerna yang memecahkan zat pati (Amilum) menjadi molekul-molekul karbohidrat yang lebih kecil sehingga dapat diserap. Sel yang mempunyai aktivitas amylase dan bermakna secara fisiologis dan diagnosis adalah kelenjar ludah dan pancreas. Amilase dalam serum meningkat pada radang pancreas (Pankreatitis Akut), Pseudokista dalam pancreas, pemberian morfin, karsinoma pancreas, gondongan (parotitis), dll.
• Kadar Albumin dalam darah turun dalam 100% kasus sampai pada batas normal.
• Kadar kolesterol dalam darah turun dalam 81,9% kasus.
• Kadar kolesterol dalam darah turun pada 75% kasus
• Kadar lemak Trigliserida turun dalam 75% kasus
• Ion-ion K dan Na kembali pada kadar normalnya dalam 90% kasus
Ket : Kalium (K) mempengaruhi beberapa organ tubuh utama, termasuk jantung.Tingkat kalium dapat meningkat akibat gagal ginjal, dan dapat tidak normal akibat muntah atau diare.
Natrium (Na) menunjukkan keseimbangan gula dan air. Natrium juga menunjukkan baik-buruknya kerja ginjal dan kelenjar adrenal kita. Umumnya, tingkat natrium yang tidak normal dalam darah menunjukkan volume darah yang terlalu rendah (akibat dehidrasi) atau terlalu tinggi. Keadaan ini juga bisa terjadi jika jantung tidak memompa darah sebagaimana mestinya.
• Ion-ion Ca kembali normal dalam 90% kasus
Ket : Kalsium (Ca), adalah bagian utama dari tulang dan gigi. Kalsium juga dibutuhkan agar saraf dan otot bekerja dengan baik, serta untuk reaksi kimia dalam sel. Tubuh kita mengatur jumlah kalsium dalam darah. Namun tingkat protein dalam darah dapat mempengaruhi hasil tes kalsium (lihat albumin di bawah).
• Seluruh sel darah merah dalam darah bekam dari daerah tengkuk (Titik Kaahil) berbentuk aneh : Hypochromasia, Burr, Target, Crenated, Spherocytes, Poicilocytes, Shistocytes, Teardropcelles, Acanthocytes.
Ket : Burr cells (Acanthocyte) ; eritrosit yang berduri-duri pada permukaannya, terdapat pada DIC, kelainan metabolisme lemak, sirosis hati alcohol, uremia, MAHA (microangiophatic hemolytic anemia).
Sel target ; Leptosit adalah eritrosit yang lebih tipis dari normal dan bagian tengahnya menebal, sehingga setelah dicat dengan pewarna akan tampak dari atas seperti papan target penahan (sel target); terdapat pada Hb C, thalassemia dan Anemia Defisiensi Besi.
Spherocytes ; eritrosit yang lebih bulat sehingga tampak tercat lebih kuat, terdapat pada sferositosis (Anemia sferositik), pada sindrom thalassemia. Sferosit sering berukuran lebih kecil dari normal (mikrosferosit), tedapat pada autoimmune hemolytic anemia (AIHA) tipe hangat (warm), hemolytic disease of the newborn (HDN) karena inkompatibilitas ABO.
• Bentuk eritrosit dalam darah bekam semuanya tidak normal
• Jumlah sel darah putih di darah bekam hanya 10% dari jumlah sel-sel darah putih yang ada di pembuluh darah, ini menunjukkan bahwa bekam tetap menjaga unsur-unsur kekebalan (imunitas) tubuh.
• Kenaikan kadar besi dalam darah pada batas normal pada 66 % kasus
Ket : Kadar besi dalam serum yang rendah terjadi pada kasus defisiensi akibat perdarahan menahun, melahirkan, sindrom nefrotik, infeksi menahun, metastasis kanker, dan intake makanan yang kurang. Sedangkan kadar besi meningkat karena hemokhromatosis, hemosiderosis, anemia hemolitik, thalasemia, intoksikasi timbal, hepatitis akut, dll.
• Faktor IV, yaitu kalsium yang berperan dalam pembekuan darah sangat tinggi, berkisar antara 411-1057, sementara di dalam pembuluh darah berkisar antara 250-400. Ini menunjukkan bahwa adanya sesuatu yang otomatis mencegah keluarnya besi dari celah-celah bekam dan mempertahankannya di dalam tubuh agar berperan dalam pembentukan sel-sel baru, dan hal ini dibarengi dengan meningkatnya aktivitas proses penyerapan besi dari usus.
Ket : Faktor IV atau ion kalsium, diperlukan untuk aktivasi factor IX, untuk membantu aktivasi factor X oleh kompleks IXa-VIII-fosfolifid, membantu perubahan protrombin menjadi thrombin oleh factor Xa dan untuk polimerisasi monomer fibrin. Untuk pembekuan, baik in vivo maupun in vitro, sedikitnya diperlukan kalsium sebanyak 2,5 mg/dl.
• CPK (Creatine Phosphokinase) turun dalam 66,66% kasus dan menjadi normal dalam 92,4% kasus
Ket : CPK atau kreatinekinase mengkatalisis pertukaran fosfat secara reversible antara kreatin dan ATP (Adenosinetrifosfat), ia berperan penting dalam menyimpan dan melepaskan energy dalam sel terutama dalam otot bergaris, otot jantung dan dalam jumlah kecil dalam otak. Kadar CPK dalam serum darah meningkat signifikan setelah terjadi kerusakan otot, seperti pada kasus Dsytrophia muscularis Duchenne, Polimiositis, Infark Miokard, dll.
• LDH (Laktat dehidrogenase) menjadi normal pada 93,75 % kasus.

Ket : Banyak jaringan mengandung LDH yang berfungsi mengkatalisis perubahan reversible laktat ke piruvat. Kadar LDH meningkat signifikan pada Anemia megaloblastik, Metastasis Karsinoma khususnya ke hati, Syok dan Hipoksia, Hepatitis, Infark Ginjal, Infark Miokard, dll.

Hasil-hasil penelitian diatas sungguh mencengangkan, mencerminkan banyak kondisi kesembuhan yang luar biasa. Semua itu merupakan bukti keagunan ilmu Nabi dan mukjizat besar yang dibawa oleh “guru pertama”, Rosulullah Muhammad Shallaahu ‘alaihi wasallam, yang kemudian disampaikan kepada kita oleh ilmuwan besar Arab, Muhammad Amin Syaikhu.
(Ditulis untuk http://kaahil.wordpress.com dengan sedikit tambahan keterangan dari dr.Abu Hana untuk memperjelas hasil laboratorium)
Sumber : Aiman bin ‘Abdul Fattah, KEAJAIBAN THIBBUN NABAWI : Bukti Ilmiah dan Rahasia
Kesembuhan dalam Pengobatan Nabawi ( Judul Asli : Asy-Syifa’ min Wahyi Khotami ‘l-Anbiya),
Penerbit Daaru ‘sh-Shohifah

Perbedaan bekam menggunakan lancet dan pisau bisturi

Pengeluaran Darah Menggunakan Lancet (Jarum)
Belakangan ini, khususnya di Indonesia dan Malaysia marak terapan hijamah / bekam menggunakan jarum khusus steril yang disebut lancet untuk mengeluarkan darah. Keuntungannya, pasien terhindar dari algophobia, rasa takut membayangkan sakit yang hendak dirasakan, sebelum rasa itu sendiri dirasakan, sakit atau tidak. Keuntungan lain, harganya lebih murah. Sementara di Timur-Tengah, lancet tidak dikenal sama sekali. Pertanyaannya, efektifnya alat ini? Apakah penggunaan lancet sesuai dengan As-Sunnah yang secara jelas disebutkan bahwa pengeluaran darah adalah berupa torehan tipis dan bukan tusukan menggunakan jarum?
Karena dalilnya sudah jelas, sejelas sinar matahari bagi orang yang tidak buta, bahwa hijamah / bekam yang sesuai dengan As-Sunnah adalah yang menggunakan torehan dan bukan tusukan jarum, maka semestinyalah penghijamah menggunakan model torehan dengan menggunakan pisau bedah steril.

Berikut ini kami sampaikan perbandingan antara penggunaan pisau (torehan tipis) dengan tusukan jarum untuk pengeluaran darah hijamah / bekam:

LANCET
PISAU BEDAH STERIL
Rasanya cenderung lebih sakit karena ujung jarum mengenai lebih banyak pembuluh darah dan simpul syaraf Justru tidak lebih sakit daripada menggunakan jarum
Ujung jarum masuk lebih dalam di lapisan kulit hingga ke dermis dan bahkan subcutis Hanya di permukaan kulit, sangat tipis dan hanya pada lapisan kulit epidermis
Darah yang keluar, di samping darah “kotor” juga berupa darah segar Darah yang keluar hanya darah “kotor” saja, selagi torehan tidak dalam dan memang tidak boleh dalam.
Darah keluar dari pembuluh darah yang lebih besar di dermis atau subcutis, bukan dari pembuluh darah kapiler Darah keluar dari pembuluh darah kapiler di epidermis
Pola kerjanya adalah tusukan, bukan torehan dan sudah mampu membelah sel-sel darah, sehingga kurang mendatangkan efek kesembuhan, terutama untuk kasus penyakit yang kronis dan akut Pola kerjanya adalah torehan, bukan tusukan, dengan hasil pembelahan sel darah yang lebih banyak dan lebih optimal, sehingga lebih efektif mendatangkan efek kesembuhan
Tidak ada satu kata pun dalam hadits Rasulullah yang menyebutkan tusukan (ats-tsaqbu). Di dalam hadits Rasulullah disebutkan torehan (asy-syarthah).
Di dalam kitab-kitab syuruh disebutkan torehan menggunakan syafrah (pisau), bukan al-ibrah (jarum) Disebutkan torehan menggunakan asy-syafrah (pisau).
Penderita kanker/tumor mengalami akibat yang tidak nyaman setelah dihijamah / dibekam, seperti tidak dapat tidur, demam, lebih sakit Tidak mengalami akibat-akibat tersebut selagi dilakukan secara benar

source: assabil holy holistic